Rabu, 26 September 2018

HUJAN DAN MEMORI | SAUT SITUMORANG





Hujan dan Memori, Puisi Saut Situmorang. Dibaca oleh Bara Luqmana (Pelataran Sastra Kaliwungu), pada Obrolan Sastra PSK, 25 September 2018 di Kopi Sufi Brangsong Kendal.



-----



Hujan dan Memori

maukah kau kucintai dengan cinta yang pernah kecewa? masih murnikah cinta yang pernah kecewa? apakah cinta itu cuma cinta pertama? kalau cinta pertama memang tak punya makna, lantas punya maknakah cinta cinta berikutnya? aku ingin mencintaimu dengan cinta yang pernah kecewa. maukah kau menerimanya? maukah kau mencintai cinta yang pernah kecewa? aku ingin mencintaimu dengan cinta yang pernah kecewa, bukan dengan metafora metafora seperti penyair tua yang sok tahu tentang cinta itu! tapi apakah kau juga akan mencintaiku dengan cinta yang pernah kecewa?

air hujan yang jatuh dari wuwungan rumah selalu mengingatkanku padamu… entah kenapa, air hujan selalu mengingatkanku padamu. apakah air hujan juga selalu mengingatkanmu padaku? entah kenapa, air hujan selalu mengingatkanku padamu.

baiklah aku akan melupakanmu seperti kau sudah melupakan namaku waktu kemaren kita bertemu di tangga tangga batu di kota kecil yang jauh itu. aku akan melupakanmu tapi aku akan mengingat namamu. aku akan melupakanmu tapi aku akan mengingat wajahmu. aku akan melupakanmu tapi aku akan mengingat cintamu, dulu. mana mungkin hujan berhenti turun ke bumi, mana mungkin aku berhenti mengenangmu? mana mungkin kau berhenti melupakanku?

Jogjakarta, 18 April 2013

ORANG ORANG MISKIN | WS RENDRA



Orang-orang Miskin, Puisi WS Rendra. Dibaca oleh M. Lukluk Atsmara Anjaina (Pelataran Sastra Kaliwungu), pada Obrolan Sastra PSK 25 September 2018 di Kopi Sufi Brangsong, Kendal.

----

ORANG-ORANG MISKIN Orang-orang miskin di jalan, yang tinggal di dalam selokan, yang kalah di dalam pergulatan, yang diledek oleh impian, janganlah mereka ditinggalkan. Angin membawa bau baju mereka. Rambut mereka melekat di bulan purnama. Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala, mengandung buah jalan raya. Orang-orang miskin. Orang-orang berdosa. Bayi gelap dalam batin. Rumput dan lumut jalan raya. Tak bisa kamu abaikan. Bila kamu remehkan mereka, di jalan kamu akan diburu bayangan. Tidurmu akan penuh igauan, dan bahasa anak-anakmu sukar kamu terka. Jangan kamu bilang negara ini kaya karena orang-orang berkembang di kota dan di desa. Jangan kamu bilang dirimu kaya bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya. Lambang negara ini mestinya trompah dan blacu. Dan perlu diusulkan agar ketemu presiden tak perlu berdasi seperti Belanda. Dan tentara di jalan jangan bebas memukul mahasiswa. Orang-orang miskin di jalan masuk ke dalam tidur malammu. Perempuan-perempuan bunga raya menyuapi putra-putramu. Tangan-tangan kotor dari jalanan meraba-raba kaca jendelamu. Mereka tak bisa kamu biarkan. Jumlah mereka tak bisa kamu mistik menjadi nol. Mereka akan menjadi pertanyaan yang mencegat ideologimu. Gigi mereka yang kuning akan meringis di muka agamamu. Kuman-kuman sipilis dan tbc dari gang-gang gelap akan hinggap di gorden presidenan dan buku programma gedung kesenian. Orang-orang miskin berbaris sepanjang sejarah, bagai udara panas yang selalu ada, bagai gerimis yang selalu membayang. Orang-orang miskin mengangkat pisau-pisau tertuju ke dada kita, atau ke dada mereka sendiri. O, kenangkanlah : orang-orang miskin juga berasal dari kemah Ibrahim Yogya, 4 Pebruari 1978 Potret Pembangunan dalam Puisi

Senin, 24 September 2018

Komunitas

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko, kegemaran dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak".
Menurut Crow dan Allan, Komunitas dapat terbagi menjadi 3 komponen:
Berdasarkan Lokasi atau Tempat
Wilayah atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai tempat di mana sekumpulan orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis. Dan saling mengenal satu sama lain sehingga tercipta interaksi dan memberikan konstribusi bagi lingkungannya.
Berdasarkan Minat
Sekelompok orang yang mendirikan suatu komunitas karena mempunyai ketertarikan dan minat yang sama, misalnya agama, pekerjaan, suku, ras, hobi maupun berdasarkan kelainan seksual. Komunitas berdasarkan minat memiliki jumlah terbesar karena melingkupi berbagai aspek, contoh komunitas pecinta animasi dapat berpartisipasi diberbagai kegiatan yang berkaitan dengan animasi, seperti menggambar, mengkoleksi action figure maupun film.
Berdasarkan Komuni
Komuni dapat berarti ide dasar yang dapat mendukung komunitas itu sendiri.

-- https://id.wikipedia.org/wiki/Komunitas



Puisi Bara Luqmana


Rambut dan Semangkuk Sup

Sehelai rambut
terjun dari kepala
dalam kuah yang mendidih
sewaktu kau mengaduknya.
lalu mencicipi, sebelum kau hantarkan
sampai ke meja perjamuan.

Sehelai rambut
berenang di semangkuk sup
sewaktu aku memainkannya
dengan jari telunjukku
saat kita menunaikan makan malam bersama.

Rambut di semangkuk sup
berenang melewati mulutku
melewati tenggorokanku
menetap di dalam dadaku
menyelami suara-suaraku.

Hangat semangkuk sup
menyelimuti malamku
tetapi mengapa rambut itu
telah bewarna seperti kaldu

20/8/2018

Sejak Kapan Daun Telah Menguning

Jam
Jam Jam
Jam Jam Jam
Jam Jam Jump Jam Jam
Jam Jump Jam Jump Jam Jump Jam
Jam Jam Jump Jump Jump Jump Jump           J am
Jam
Jump
                                                                 Jump!                   Jam

2018

  

Lewat Tengah Malam

Yang menggigit ujung tempe
gesek piring dan tutup panci
dengar jejak engkau sembunyi
lekas sunyi engkau kembali

Suara koyak kau
dari perut kembang kembung angin malam
sisa pulau utuh engkau buru.

Tangis ibu sewaktu sembahyang
terdengar dari kamar.

Sebenarnya kau siapa
pencuri  kata bangsa manusia
atau sebagai pertanda
dirumah secuil makanan masih ada

Kaliwungu, 24 Desember 2017

  

Kamu Begitu Cantik

Kamu begitu cantik
saat marah marah
seperti ikan cupang 
saat telunjukku  mengelus aquarium kaca.

Ikan cupang merah
ekor kipas
mengombang-ambingkan air
suka hidup sebatang kara.

Kamu begitu jujur
saat cepat marah
seperti ikan cupang merah

Ikan cupang merah
kan kucupang bibirmu
biar ramah terurai di wajahmu

2018



Saku Celana

Sebagai siswa SMA jurusan  IPA,
yang mempelajari temuan-temuan dunia
aku selalu bertanya kepada diriku sendiri.
Siapakah penemu saku,
orang yang pertama kali
menjahit saku untuk tempat dompet
di pantat celana yang berlemak ini.

Mengapa dompet berisi lembaran berharga
ditempatkan  pada pantat
yang tak boleh keras-keras sewaktu melawalkannya.

Mengapa dompet berisi lembaran berharga
untuk memuaskan kebutuhan sehari-hari
ditempatkan  pada pantat celana
dekat dengan saluran pembuangan tinja.

Mengapa saku celana untuk memasukkan dompet
ditempatkan pada pantat celana
menjadikan diri kurang waspada
kepada pencuri yang memantau  dari belakang kita.
  
Mengapa oh mengapa
saku celana untuk tempat dompet
hanya dikunci  dengan satu mata kancing saja,
membuat rawan raib dari genggaman kita.

Mengapa dompet persegi panjang ini
tak muat jika diletakkan di saku dada kemeja.
Padahal jika penemu saku,
memperbesar lubang saku dada,
dada akan menjadi peti yang rapat untuk menyimpan segala yang berharga.
Tapi mengapa harus di letakkan di saku  pantat celana.

Ingin ku bertanya kepada penemu lampu pijar
yang memberi terang mata meraba benda
tetapi mengapa yang terjadi
 malah cahya gemerlap dunia

2018



Bara

Bara Luqmana, lahir di Kendal, 31 Desember 1997. Seorang pecinta rokok promo dan tembakau lintingan. Bersalam sapa dengan kesenian sejak duduk di bangku SMA sewaktu berproses di Teater Talank SMA NEGERI 1 Kaliwungu. Meraih prestasi Juara 1 Lomba Teater FLS2N tingkat Kabupaten Kendal Tahun 2014,  Juara 2 Lomba Film Pendek FLS2N Tingkat Kabupaten Kendal Tahun 2015. Saat ini, masih menimba ilmu di Universitas Selamat Sri Kendal Jurusan Psikologi. Dapat disapa melalui facebook: Buram Sebagian, SMS/WA: 0821-3477-3153



Puisi Eko Tunas

Tidak Ada Tidak ada yang tahu Apa bakal terjadi Laut belum bersaksi Satu pesawat tempur Mau bombardir kota Muncul dari sisi g...