PUISI-PUISI BARA LUQMANA

LINGKAR KECIL PERTEMANAN

Lingkar kecil pertemanan
seperti memakan sebuah donat
yang baru saja digoreng
dan mengembang
krim coklat 
messes warna warni
bertaburan di atasnya

2019


TANDA TANGAN PERJANJIAN

Setiap engkau naik langkah dan melambai
anak tangga itu menutup lubang tingkat lantai
tak ada jalan di atas sana untuk turun 
kecuali terjun

2019


PENGGALAN KEPALA DI KANTONG PLASTIK

Sebuah tangan meloncat-loncatkan kantung plastik. Membawa penggalan kepala seseorang. Semua tertawa menggelitik. Mereka mengeluarkan pisau yang sudah disiapkan dari rumah. Ada yang mencongkel kedua mata lalu menggelindingkan ke selokan. Ada yang mengiris batang hidung yang sering kali mimisan. Padahal hidung itu benar-benar mancung ke dalam.

Seseorang tidak ingin merobek daun telinga. Sebab dirinya diterka rasa trauma. Dilahirkan jaman bukan untuk mendengarkan suara. Maka dari itu, dirinya memilih untuk ikut-ikutan membedah kepala seseorang yang dibawa.

Ada yang terkejut. Ada yang terkesima ketika melihat isi kepala. Ada yang tiba-tiba mati. Ada yang ingin menikmati otak tersebut sebagai hidangan makan malam. Seseorang terkapar ditusuk pisau karena membawa penggalan kalimat yang salah.

2019


Bara Luqmana, lahir di Kendal, 31 Desember 1997. Seorang pecinta rokok promo dan tembakau lintinganBersalam sapa dengan kesenian sejak duduk di bangku SMA sewaktu berproses di Teater Talank SMA Negeri 1 Kaliwungu. Tumbuh di Komunitas Pelataran Sastra Kaliwungu.  Saat ini, masih menimba ilmu di Universitas Selamat Sri Kendal Jurusan Psikologi.

Komentar