Kamis, 23 Februari 2012

BERSAMA BURUNG


Bersama burung  aku diam  tenggelam dalam darah
Menatap senja pecah; bagai airmata luka
Ketika laut mejadi enam jembatan cinta

Bersama burung aku mengembara ke kesunyian
Melintasi kota-kota. Semua duka menjadi kisah cinta
Mengekalkan senyuman pada impian yang mungkin dapat disapa dengan ribuan nama

Bersama burung  aku nyanyikan kasidah Ayub dan syair Yusuf
Dalam labu waktu sejarah usang tanpa almanak yang menggelepar sepi
Melayari perjalanan riwayat orang-orang sufi

Bersama burung aku bergegas menyimpan “Attarku”

::.
Hafney Maulana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi Eko Tunas

Tidak Ada Tidak ada yang tahu Apa bakal terjadi Laut belum bersaksi Satu pesawat tempur Mau bombardir kota Muncul dari sisi g...